PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Jumat, 30 Oktober 2015

Kurikulum 13 Model kelompok Berdasarkan Minat







Menyediakan Prota, Promes, RPPM, RPPH, dan Penilaian  dengan Kurikulum TK Tahun 2013. Minat Call/SMS  085385084555. (Ganti ongkos cetak dan ongkos kirim)

Minggu, 28 Juni 2015

“Peningkatan Kemampuan Berbahasa Pada Peserta Didik Melalui Metode Bercerita Menggunakan Gambar Di Kelompok B Tk Sekar Arum Desa Wonokerso Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang tahun Ajaran 2013/2014”

ABSTRAK



Bercerita menggunakan gambar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik adalah suatu usaha agar kegiatan pembelajaran tidak monoton, membosankan dan menjenuhkan. Dalam kenyataannya kegiatan pembelajaran masih tekstual sehingga bentuk-bentuk analogi yang harus dikembangkan secara kontekstual masih terkesan stagnasi. Akibat dari pembelajaran seperti itu, untuk menstimulasi anak supaya mampu berbahasa, mengkomunikasikan apa yang diinginkan / dirasakan kepada orang lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pembelajaran bercerita menggunakan gambar di TK Sekar Arum Wonokerso Kandeman Batang; 2) untuk mengetahui kemampuan berbahasa peserta didik TK Kelompok B TK Sekar Arum Wonokerso Kandeman Batang; 3) untuk mengetahui sejauh mana metode bercerita menggunakan gambar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik Kelompok B di TK Sekar Arum Wonokerso Kandeman Batang.
Adapun pendekatan metode ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didalamnya mengutamakan deskriptif analitik untuk memecahkan konsep-konsep dan juga menggunakan konsep-konsep numerik statistik.
            Dalam pelaksanaannya penelitian ini terbagi atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I memberikan pengajaran secara umum dan siklus II berkenaan dengan perumusan materi pembelajaran.
            Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran bercerita menggunakan gambar yang dilakukan pada anak Kelompok B di TK Sekar Arum Wonokerso Kandeman Batang dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik adalah suatu pilihan yang tepat dan cermat. Hal ini dapat dilihat dari paparan data perkembangan dari siklus I ke siklus berikutnya yang terdapat perkembangan secara signifikan. Dapat dilihat dengan jelas dari kemampuan berbahasa peserta didik yang mula-mula hanya mencapai 26% dengan penggunaan metode tepat dan cermat akhirnya merubah menjadi 79%.

Kata kunci : bercerita, berbahasa, gambar

(Kontak Person : 085385084555 Email: ifanajjah@gmail.com)

JUDUL-JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS MELIPAT KERTAS MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK A SEMESTER I TK. AISYIYAH DESA TEGALSARI KECAMATAN KANDEMAN
KABUPATEN BATANG


UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA BALOK BERANGKA 1 SAMPAI 5 PADA PESERTA DIDIK KELOMPOK A
DI TAMAN KANAK-KANAK MEKAR SARI KANDEMAN KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA PADA PESERTA DIDIK MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN GAMBAR
DI KELOMPOK B TK SEKAR ARUM DESA WONOKERSO
KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG

UPAYA MENINGKATKAN DAYA KREATIVITAS MENGGAMBAR EKSPRESI MELALUI PENSIL WARNA PADA PESERTA DIDIK TK SEJAHTERA KELOMPOK B DESA SOJOMERTO KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG

UPAYA MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK  DALAM PENGEMBANGAN KONSEP BILANGAN DAN LAMBANG BILANGAN
DENGAN METODE BERMAIN MELALUI MEDIA GAMBAR
PADA ANAK KELOMPOK B SEMESTER I TK ASY-SYIFA’ KARANGGENENG KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG

MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERBAHASA PADA
PESERTA DIDIK MELALUI METODE MENYIMAK CERITA
TK SEKAR ARUM KELOMPOK A DESA WONOKERSO
KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG

(Kontak Person 085385084555 Email: ifanajjah@gmail.com)

Selasa, 23 Juni 2015

PENERAPAN MEDIA BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGANYAM DI KELOMPOK B1 TK MELATI DESA KENCONOREJO KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG

I.              PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Perkembangan fisik memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung perkembangan fisik seorang anak akan menentukan ketrampilan anak dalam bergerak. Sementara secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fisik akan mempengaruhi cara pandang anak terhadap dirinya sendiri dan cara pandang anak terhadap orang lain, perkembangan fisik berjalan seiring dengan perkembangan motorik.
Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Oleh karena itu, perkembangan fisik dan motorik tidak dapat di pisahkan karena keduanya saling mendukung satu sama lain.
Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan anak untuk melakukan kegiatan yang melibatkan koordinasi antara mata, tangan dan otot-otot kecil pada jari-jari, pergelangan tangan, lengan yang digunakan untuk aktifitas seni seperti menggunting, melukis, dan mewarnai.
 Salah satu tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan kita adalah mampu menciptakan manusia yang memiliki kemampuan dalam bidang ketrampilan atau seni. Keinginan ini tidak bisa diindahkan begitu saja oleh dunia pendidikan kita, begitu pula dengan lembaga formal taman kanak-kanak. Taman kanak-kanak sebagai lembaga formal terendah juga harus mampu menciptakan anak-anak yang berkemampuan ketrampilan yang baik yang mempunyai jiwa seni yang baik pula. Akan tetapi juga tidak boleh mengesampingkan prinsip belajar di Taman Kanak-kanak “belajar sambil bermain, bermain seraya belajar” dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran di Taman Kanak-kanak juga tidak boleh menargetkan pada suatu hasil tapi pada prosesnya. Jika prosesnya benar dan baik, secara otomatis hasilnya juga akan baik.
Berdasarkan kurikulum yang mengharuskan di dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak ada dua aspek yang harus dikembangkan yaitu pembentukan sikap perilaku dan pembentukan kemampuan dasar. Dari dua aspek perkembangan tersebut peneliti melakukan pengamatan di TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang khususnya kelompok B1 yaitu pada perkembangan motorik halus. Dari hasil pengamatan tersebut terdapat hal yang menarik bahwa ketika pembelajaran menganyam ketrampilan anak-anak di TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang masih kurang.  Hal tersebut di tandai dengan belum rapinya hasil karya anak dalam kegiatan tersebut.  Kemudian saat pembelajaran terlihat anak-anak kurang antusias dalam mengerjakan kegiatan dan terkesan lambat saat menyelesaikan pekerjaan.
Masalah yang terjadi tidak terlepas dari kurangnya wawasan guru dalam memilih dan menerapkan media yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan ketrampilan menganyam anak. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena jika penerapan proses awal salah, hal ini bisa dipastikan bahwa proses selanjutnya juga akan mengalami kegagalan. Maka dalam hal ini harus diadakan perbaikan pembelajaran.
Berdasarkan adanya permasalahan diatas, peneliti mencoba untuk menerapkan penggunaan media bahan alam dalam meningkatkan ketrampilan menganyam di  Kelompok B1 TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.  Media bahan alam merupakan bahan-bahan yang terdapat di sekitar lingkungan TK dan banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal anak. Karena TK Pertiwi Ranting Taraweang berada di desa yang memang melimpah dengan bahan-bahan tersebut.

B.       Rumusan dan Pemecahan Masalah
1.    Rumusan Masalah
Setelah membaca latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan permasalahannya sebagai berikut :
a. Apakah penerapan media bahan alam bisa digunakan untuk meningkatkan keterampilan menganyam di kelompok B1 TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang?
b. Bagaimanakah penerapan bahan alam dalam meningkatkan ketrampilan menganyam di kelompok B1 TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang?

2.    Pemecahan Masalah
Melihat rumusan masalah di atas maka peneliti berusaha untuk memecahkan masalah sebagai berikut :
a. Menganyam adalah membuat suatu karya seni kriya dengan cara melilitkan suatu bahan secara berselang-seling menggunakan tangan dimana bahan di atur secara tindih menindih dan silang-menyilang.
b. Media bahan alam dapat meningkatkan ketetampilan menganyam karena media ini sangat banyak di lingkungan anak dan sejak kecil anak sudah mengenal dan bergelut dengan bahan-bahan tersebut. Anak sudah terbiasa megenal dan bermain dengan bahan tersebut sehingga bahan tersebut cocok digunakan untuk meningkatkan ketrampilan menganyam. Indikator peningkatan keterampilan menganyam  adalah anak dapat menyelesaikan tugas sampai selesai, menganyam dengan benar, hasil anyaman rapi dan selesai tepat waktu.



C.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan pemecahan masalah yang dikemukakan maka peneliti mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :
1.    Untuk meningkatkan  keterampilan menganyam di Kelompok B1 Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.
2.    Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan menganyam dapat di tingkatkan melalui penerapan media bahan alam.

D.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.    Manfaat Teoritis
Untuk menambah cakrawala atau khasanah pengetahuan tentang pengembangan ketrampilan menganyam melalui penggunaan media gbahan alam

2.    Manfaat Praktis
a.         Bagi Guru
1)            Sebagai wujud nyata usaha guru dalam rangka mengembangkan ketrampilan menganyam melalui penggunaan media bahan alam.
2)            Sebagai bahan perbandingan dan introspeksi diri terhadap segala bentuk kekurangan dan kelemahan guru dalam hal pembelajaran motorik halus sehingga dapat ditekan sejak dini kesalahannya.
3)            Sebagai motivasi guru agar selalu kreatif dan inovatif dalam setiap pembelajaran. 
4)            Sebagai bahan tambahan media pembelajaran dalam bidang kemampuan motorik halus khusunya menganyam.

b.         Bagi Siswa
1)            Kegiatan menganyam merupakan life skill yang harus diketahui dan dimiliki anak karena suatu saat nanti hal ini akan berguna dalam kehidupan mereka.
2)            Menumbuhkan perasaan senang terhadap kegiatan menganyam.
3)            Meningkatkan motivasi belajar anak didik agar lebih percaya diri.
4)            Mengenalkan lebih dekat pada anak tentang penggunaan bahan alam dalam kehidupan sehari-hari.

c.         Bagi Sekolah
1)            Proses kegiatan belajar mengajar jadi lancar karena anak dalam keadaan senang.
2)            Program-program yang diselenggarakan sekolah juga akan berjalan sesuai yang diharapkan.
3)            Kegiatan belajar mengajar semakin meningkat sesuai dengan yang diharapkan.
4)            Meningkatkan mutu pembelajaran sehingga bisa lebih menarik minat peserta didik untuk angkatan selanjutnya.


II.      KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR,
DAN HIPOTESIS TNDAKAN


A.           KAJIAN PUSTAKA
1.      Hakikat  Menganyam
Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuat keranjang atau perabot (wikipedia indonesia, 2015). ............................dst


B.           KERANGKA BERPIKIR
Kegiatan menganyam di Kelompok B1 TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang masih kurang dan belum sesuai harapan. Hal ini ditandai dengan belum rapinya hasil karya anak dalam kegiatan tersebut.  Kemudian saat pembelajaran terlihat anak-anak kurang antusias dalam mengerjakan kegiatan dan terkesan lambat saat menyelesaikan pekerjaan.  Penerapan media bahan alam di pandang dapat meningkatkan ketrampilan menganyam karena bahan alam merupakan bahan-bahan yang terdapat di sekitar lingkungan TK dan banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal anak.
Setiap kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Media bahan alam dipandang dapat melibatkan anak secara fisik, intelektual maupun mental dalam pembelajaran menganyam karena faktor keterdekatan anak dalam mengenal bahan-bahan tersebut sebelumnya.  Guru juga mempertimbangkan teknologi yang tersedia dan kemudahan dalam penggunaannya dalam pembelajaran, seperti alat bantu utuk menganyam dll.

C.            HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan uraian di atas dapat diajukan suatu hipotesis bahwa keterampilan menganyam      dapat di tingkatkan melalui penerapan  media bahan alam di Kelompok B1 TK Melati Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.